Gaya Kepemimpinan Perempuan Bagi Efektivitas Organisasi

1. Pendahuluan
   Ketika kita berbicara kepemimpinan yang akan menjadi bahasan utama yaitu adalah kemampuan seseorangan dalam mempengaruhi orang lain untuk melakukan yang dikehendakinya. Jika disangkutpautkan dengan ruangan lingkup organisasi makna diatas dapat dipahami sebagai kemampuan mempengaruhi seorang bawahan untuk melakukan tindakan-tindakan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan organisasi.
   Untuk mempengaruhi orang lain seorang pemimpin butuh suatu power. Power sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh seseorang yang menghendaki (Kanter, 1979).
Dalam artikel ini pembahasan bukan mengenai kemampuan seseorangan untuk mempengaruhi orang lain tetapi lebih disempitkan dengan variabel gender. Dengan argumentasi bahwa gaya kepemimpinan wanita lebih efektif dibandingkan gaya kepemimpinan laki-laki dalam menciptakan efektifitas organisasi.
   Agar dapat memperoleh penjelasan yang cukup mengenai argumentasi diatas perlu adanya pembahasan dengan menggunalan variabel sifat dalam diri pemimpin dan beberapa indikator seperti pendidikan pemimpin, pemberian imbalan pada prestasi pemimpin dan bawahan, teknik pengolahan organisasi untuk menghadapi perubahan lingkungan serta teeknologi. Dari faktor-faktor tersebut akan menjadi indikator yang dibahas untuk menjelaskan argumentasi diatas.
 
2. Faktor Biologis bagi Kepemimpinan
   Diketahui para peneliti telah menemukan bahwa para pemimpin yang efektif mempunyai campuran biokimia yang unik antara hormon dan kimi otak yang membatu mereka membangun aliansi sosial dan menangani stress. Dua jenis kimia, yakni serontonin dapat memperbaiki kemampuan melakukan sosialisasi dan mengontrol agresi. Semkin tinggi tingkat testosteron semakin tinggi tingkat dorongan berkompetesi (Robbins, 1998).

Baca Selengkapnya... Silahkan Download

0 Comments