Paradigma Pemimpin di Negeri Seribu Pulau

Oleh: Rizki Al Kharim




         Indonesia adalah negara kepulauan tersbesar di dunia. Bonus geografis tersebut menjadi hal mutlak yang harus disyukuri Indonesia. Menurut data dari Badan Informasi Geospasial (2014) saat ini pulau yang terdaftar dan berkoordinat berjumlah 13.466 pulau di seluruh Indonesia. Bonus geografis ini membuat Indonesia tak boleh jemawa. Predikat Negara kepulauan harus dimanfaatkan Indonesia untuk lebih unggul diberbagai aspek. Mewujudkan itu semua tidak semudah menengadahkan tangan seperti menerima pemberian Tuhan yang telah menciptakan Indonesia dengan beribu pulau yang memiliki potesi beragam. Mensyukuri itu adalah memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang telah diberikan kepada Indonesia.
Jika tak ingin dianggap Negara yang tak pandai bersukur, Indonesia harus mampu menunjukkan kepada dunia tentang “the provision of God” yang telah didapatkannya. Pemerintah adalah aktor utama yang bertanggung jawab untuk mewujudkan mimpi Indonesia agar menjadi salah satu Negara adidaya. Bukankah untuk menjadi sebuah Negara faktor utama yang harus dimiliki adalah rakyat, wilayah dan pemerintah yang berdaulat. Setelah memiliki wilayah yang potensial dengan seribu pulau dan seribu potensi sekarang adalah giliran pemerintah yang harus mampu mengelolahnya untuk mensejahterakan rakyatnya jika ingin disebut berdaulat.
Telah tujuh kali Indonesia berganti pemimpin. Namun pegelolaan akan potensi dari Negeri seribu pulau tersebut terlihat belum maksimal. Mulai dari Presidan perdana Indonesia yaitu Ir. Soekarno yang populer dengan demokrasi terpimpinya dengan paham marhaenisme. Bung Karno yang lahir di masa perjuangan tersebut tak mampu berbuat banyak untuk memaksimalkan potensi ini. Baginya potensi tersebut dimaknai dengan semangat perjuangan, dimana Bung Karno mampu menyatukan masyarakat Indonesia yang terpercah dari beberapa pulau menjadi masyarakat Indonesia yang untuh. Cara inilah yang akhirnya membunuh berbagai propaganda dan strategi Belanda salah satunya ingin membuat RIS. Alhasil akirnya Bung Karno mampu membawa Indonesia merdeka dan menjadi Negara kesatuan yang untuh.
Berbeda dengan Bung Karno gaya kemepimpinan Presiden Soeharto yang lebih ingin menampakkan citra dan ketegasan terlihat dipaksakan. Soeharto lebih ambisius untuk membuat Negara Indonesia lebih maju dimata dunia. Berbagai pembangunan terlihat menonjol tanpa keritik dan diplomasi. Latar belakang militer menciptakan tangan batu Soeharto yang menjadikan Negara Indonesia disegani dimata dunia namun dihujat rakyat sendiri. Pembangaunan yang tersentralisasi di Pulau Jawa membuat semakin tidak berkembangnya daerah yang ada di pulau-pulau seberang Jawa. Gaya kepemimpinan authoritarian ini yang ahirnya memaksa Soeharto untuk mengundurkan dirinya setelah 32 tahun menjabat sebagai presiden ke-2 Republik Seribu Pulau.
Setelah lengsernya Soeharto Indonesia berdiri dengan satu kaki, dimana pergantian pemimpin tidak dipersiapkan secara matang. Kepincangan ini memaksa B.j Habibie yang saat itu memiliki karir yang sedang naik daun untuk menggantikannya. Dengan menemukan teori “Crack Propagation on Rndom” yang diakui Dunia, membuat namanya dikenal publik. kepercayaan publik menghantarkan Habibie menduduki kursi presiden ke-3 Indonesia. Habibie yang merupakan orang taknis mencoba membawa Indonesia ke arah lebih baik dengan harapan potensi yang dimiliki Indonesia akan dapat dimaksimalkan. Untuk menempuh cara tersebut, Habibie membuat persawat pertama Indonesia dengan harapan Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau yang dihubungkan oleh beberapa selat dapat dipantau dengan baik dan distribusi pembangunan dengan moda transportasi udara. Impian itu yang akhirnya membuat Habibie lupa dengan kondisi Irian Barat yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Habibiepun merestui hal tersebut, sebuah kerugian besar yang membuat Indonesia kehilangan salah satu potensinya.
Setelah Presiden B.j Habibie lengser, pemilihan menghasilkan nama Abdurrahman Wahid, sebagai presiden yang didaulat rakyat. Gus Dur yang merupakan panggilan akrab presiden adalah seorang ulama NU yang mempunyai latar belakang agama islam yang kuat namun cukup toleran. Gaya kepemimpinan moralitas yang melekati pada Gus Dus membuat dirinya disukai oleh berbagai kalangan. Namun senjata tersebut tak mampu dijadikan Gus Dur untuk menigkatkan pembangunan yang ada di negeri ini. Akhirnya MPR memaksa Gus Dus untuk angkat kaki dari kursi empuk Presiden ke-4. Ibu Megawati yang saat itu menjadi wakil Presiden Gus Dur, diangkat menjadi presiden untuk menggantikan tugas presiden sampai sisa waktu kepemimpinan presiden Gus Dur habis. Ibu Megawati yang notabene adalah putri presiden pertama Indonesia harus mengemban tugas untuk mensejahterakan masyarakat dengan waktu yang cukup terbatas. Gaya memimpin yang lebih mengedepankan perasaan membuat Ibu Megawati banyak mengambil kebijakan yang ektrim. Kondisi krisis moneter yang memburu Indonesia memaksa ibu Megawati untuk menjual salah satu aset berharganya yaitu Indosat kepada Singapura.
Setelah selesainya kepemimpinan presiden wanita pertama tersebut. Indonesia dipimpin oleh presiden yang dididik dalam kepribadian militer. Presiden SBY mampu memikat hati masyarakat Indonesia dan dirinya dipercaya menjadi nahkoda selama sepuluh tahun untuk membawah kapal Indonesia. Banyak prestasi yang didapat, namun juga banyak cemooh yang terlontarkan. Model demokrasi dengan menjaga citra selalu diterapkan SBY dalam kepemimpinannya. Lebih suka main aman, itualah yang sering disematkan kepada Bapak SBY dengan gaya diplomasi yang lembut. Strategi MP3EI adalah cara SBY mempercepat pembangunan Indonesia yang desentralisasi. Memang hal tersebut mampu menghantarkan Indonesia menajdi anggota G-20, namum pembanguan masih tersentralisasi di pulau Jawa. Masih berlum terjadi pergeseran pembangunan di pulau-pulai lain seperti Sumatera, Kalimantan dan lain-lain.
Sepuluh tahun berlalu dan resmi setelah tanggal 20 Oktober 2014, Indonesia telah memilih presiden yang ke-7 yaitu Bapak Joko Widodo. Gaya kepemimpinan yang berbeda ditunjukkan oleh Presiden ini. Lain daripada yang lain, setelah Indonesia dipimpin presiden dengan berbagai macam latar belakang kepribadian dan profes, mulai dari bangsawa, ilmuan, agamawan, dan mantan militer, yang kesemua itu membawah nilai yang berbeda dalam memimpin Indonesia. Sekarang Indonesia dipimpin oleh seorang pengusahan. Latar belakang Jokowi yang merupakan usaha mebel yang dirintis dari nol, membuat Jokowi terlihat merakyat. Model blusukan adalah ciri yang melekat dan membuat besar namanya. Namum bagaimana langkah Jokowi dalam memaksimalkan potensi laut atau kemaritiman Indonesia serta pulau-pulau yang ada di luar sana. Poros maritim, tol laut samapi dibentuknya koordinator kementerian kemaritiman untuk memastika bahwa kali ini potensi negeri seribu pulau tersebut akan dibendung dan tidak bocor lagi. Mulai dari Illegal logging dan fishing digadang-gadang akan dapt diatasi melalui gagasan poros maritim. Dalam konteks ini, gagasan poros maritim merupakan sebuah seruan besar untuk kembali ke jati diri Indonesia atau identitas nasional sebagai sebuah negara kepulauan, yang diharapkan akan mewujud dalam bentuk Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu (unity), sejahtera (prosperity), dan berwibawa (dignity). Sebagai rakyat dan objek dari semua program pemerintah yang berdaulat, kita dukung dan awasi jalanya strategi baru pemerintahan Bapak Jokowi ini dalam memaksimalkan potensi kepulauan Indonesia. Sekali lagi jika kita tidak ingin kehilangan kesempatan yang sama, jangan menunggu dengan berpangku tangan namum menunggu dengan membantu turun tangan dalam porsi dan profesi kita untuk Negeri Seribu Pulau, karena mewujudkan mimpi itu akan lebih ringan bila dengan seribu tangan.


                                                                    *********
Previous
Next Post »
Thanks for your comment